Mine is mine

Hari ini, sumpah, aku kesal banget! Pengen rasanya mencak-mencak ke orangnya sendiri, tapi nanti jadinya malah musuhan. Nggak enak hati, kalo ngomong langsung..

Hmm.. jadi gini ceritanya. Di sekolah kan ada acara Semarak dari organisasi RAISSA. Aku di tunjuk jadi sekretarisnya. Nah, tugasku itu, di suruh buat proposal dan surat undangan. Tadi, aku udah ngeprint proposalnya, dan tinggal minta tanda tangan kepala sekolah sama pembina RAISSA.

Pas di kasih ke pembina, bapak itu malah bingung, kenapa nama nya bukan nama dia yang di cantumin di pengesahan proposal. Aku nggak tau apa-apa, karena aku baru pertama kali jadi sekretaris. Aku juga sebelum nge print lembar pengesahan itu, udah konsultasi dengan kakak kelas yang lebih berpengalaman. Dia bilang nggak usah di ubah, gitu aja. Nah, ya udah, aku nggak ngerubah nya.

Nah, oke.. Pak pembina nggak marah sama aku. Cuma agak bingung, jadinya aku berinisiatif buat nge print ulang. Tapi.. yang buat aku kesal, temen di sebelah ku, sebut aja D. D ini sibuk marahin aku. Aku malah yang di marahin sama dia. Who is she?

Aku jelasin sejelas mungkin, kenapa ini bisa terjadi. Dan akhirnya dia bilang, “berarti ini bukan salah wawa sepenuhnya..,”. What? Berarti tadi dia nyalahin aku dong.. Trus, aku terima aja, dan anggap aja emang aku yang salah sepenuhnya. Pada akhirnya, aku nge print ulang, dengan dia masih dengan gaya sok sibuk nya.

Trus, aku nanya. Susunan acara sudah belum? Kan dia bagian seksi acara. Dan jawabnya gini, “Belum, wa. Aku aja nggak tau susunan acara gimana. Dan aku nggak tau cara buatnya,”. Huh! Dalam hati, aku udah dongkol banget. Dia sibuk marahin dan ngurusin tugas aku, padahal dia sendiri tugasnya belum jelas dan nggak siap! Hey! Look at yourself, sis!

Dan yang menambah ke dongkolan ku, dia seenaknya marah-marah dengan aku tentang dana. Aku yang udah konsultasi dengan kakak kelas, dan aku hanya ngikutin apa kata kakak itu. Kata kakak kelasku itu, masukin dana 200 ribu buat games. Nggak usah di rinci juga nggak apa-apa. Aku jalani, dan aku tulis sesuai perintah.

Nah, pas di baca sama D. Dia bilang kenapa aku masukin dana 200 ribu itu buat games. Trus kenapa nggak di rinci, entar dikira ngegelapin uang. Oh! You’re so serious! Nggak nyampe kek gitu juga kali..

Dengan setengah hati, aku jelasin kalo kakak kelas yang nyuruh aku buat itu. Dan emang nggak di suruh buat nge-rinci! Pengen rasanya aku bilang, “Kamu nggak tau apa-apa, so shut up girl!,”

Dia berasa sok tahu, dan merasa benar. Mencampuri urusan orang lain juga. Tugasku ya tugasku! Jangan di campuri kalo nggak tau apa-apa.. Temenku yang di seksi humas pun dongkol ngeliatnya, karena dia juga mau mencampuri urusan humas. Oh, god!

Kami takutnya, dia sibuk ngurusin hal yang bukan urusannya, dan malah ninggalin tugasnya sendiri. Gimana kalo dia kena marah? Nyesel sendiri kan entar..

Huff.. untung aja, dia nggak bertindak lebih lanjut. Dan nggak ngomelin aku terus. Dia pikir dia siapa, berhak ngomelin aku. Dia sama denganku. We’re same, friend! Kalo masih ngomelin aku juga, bisa jadi kesabaranku udah nggak ke tampung lagi..!!

 

Advertisements
Published in: on July 18, 2011 at 11:16 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hanjournal.wordpress.com/2011/07/18/mine-is-mine/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: