[Fan Fiction] Rainbow

Genre: Romance, Oneshot

Casts: So Eun dan Dong Woon

Disclaimer: Cast hanya milik tuhan semata. Jalan cerita milik aku. 100% asli dari pemikiranku.

Pelangi…
Saat seorang yang kau cintai meminta mu untuk melihat pelangi, akan kah kau lakukan itu?
Saat kau bertemu lagi dengan wanita yang kau cintai tetapi pada keadaan yang berbeda, apakah yang akan kau lakukan?

Seorang namja duduk menikmati kopi sambil melihat tetesan-tetesan hujan yang jatuh dari langit. Berkali-kali ia melihat orang-orang yang berlari ke arah toko untuk berteduh. Namja itu.. selalu disana pada saat hujan turun. Tak ada yang tau, mengapa ia seakan-akan menunggu hujan.
“Oppa tak akan meninggalkanku kan?”, tanya yeoja itu pada namja di sampingnya. Namja tersebut tersenyum, “Tidak akan pernah. Kita akan selalu bersama..”
“Sekarang…”, namja itu berkata pelan pada dirinya sendiri. Sesekali, ia tersenyum. Padahal, tak ada satupun yang ia ajak bicara.
“Saengil chukkahamnida… saengil chukka hamnida.. Saranghaneun, Kim So Eun… Saengil chukka hamnida…”, namja itu menyanyi di depan yeojachingunya. Yeoja itu kemudian meniup lilin berbentuk angka 18. “Gomawo, Dong Woon oppa..”
Kemudian, Dong Woon memberikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. “Di dalamnya sudah aku pasang foto kita berdua”, kata Dong Woon. So Eun tersenyum dan melihat foto di liontin itu. “Oppa benar-benar ganteng disini…”
Namja itu membuka galeri-galeri foto di handphonenya. Hampir seluruh foto yang ada di sana adalah foto seorang yeoja. “Kapan?”, tanya namja itu dengan suara kecil.
“Oppa… tunggulah hujan dan perhatikan, adakah pelangi setelah itu?”, tanya So Eun. “Memangnya kenapa?”, Dong Woon balik bertanya pada yeoja itu. “Mungkin aku akan datang pada saat pelangi itu tiba,” So Eun makin membuat Dong Woon bingung. “Apa maksudmu, So Eun-ah?”
“Tidak ada maksud apa-apa.. Aku hanya ingin oppa selalu menunggu datangnya pelangi..”, kini Dong Woon hanya diam. Walaupun ia semakin bingung, tapi dia tak menanyakan maksud dari perkataan itu. So Eun pun hanya tersenyum.
“Kenapa dia di sana setiap hujan?”, tanya seorang pegawai pada temannya. “Entahlah, mungkin ia sedang menunggu seseorang”, jawab laki-laki paruh baya di samping pegawai itu.
“Halo.. ini Dong Woon, temannya So Eun. So Eun nya ada?”, Dong Woon sedang menelepon ke rumah So Eun. “Oh… So Eun, anak pemilik hotel itu… Mereka sekeluarga sudah pindah ke Prancis. Sudah 2 Minggu yang lalu..”, suara wanita paruh baya itu membuat Dong Woon terdiam sesaat.
“Kalau saya boleh tahu, mengapa mereka pindah?”, tanya Dong Woon. “Mmm… saya dengar sih, So Eun kecelakaan jadi harus di rawat di Prancis. Kemudian, mereka sampai sekarang tidak pulang-pulang ke Korea. Rumah ini pun sudah di jual pada saya”
Dong Woon terdiam, dia tak menyangka bahwa So Eun kecelakaan.Tak ada yang memberi tahunya.
“So Eun-ah, kapan kamu akan datang?”, gumam Dong Woon sambil menatapi foto-foto yang ada di ponselnya. Beberapa menit kemudian, ponsel Dong Woon bergetar.
So Eun’s Birthday – 20
“Huh… sudah 2 tahun aku melewatkan ulang tahun mu…  Harus berapa tahun lagi aku menunggu mu?”, gumam Dong Woon dengan nada sedih.
Hujan telah berhenti dan kini, Dong Woon menatap langit. Berharap pelangi muncul. Dilihatnya beberapa orang yang berteduh sudah mulai berani untuk berjalan di luar. Dong Woon memperhatikan satu per satu orang yang berlalu lalang.
Pelangi telah muncul, dan itu adalah pelangi yang kesekian kalinya yang di lihat oleh Dong Woon. Setelah beberapa menit, pelangi itu telah menunjukkan tanda-tanda akan menghilang. Dong Woon kembali menghela nafas panjang.
Dong Woon sudah bersiap untuk meninggalkan tempat itu, dan pulang ke rumah. Tapi, ketika dia akan berdiri, dadanya terasa sesak dan berdegup kencang. DEGG!
“So Eun…”, Dong Woon segera bangkit dan keluar dari kafe itu. Dia berusaha berjalan lebih cepat dari biasanya agar bisa bertemu dengan yeoja yang ia lihat tadi.
Dong Woon memperlambat langkahnya saat ia dan seorang yeoja berada dalam jarak 2 meter. Yeoja itu berdiri tanpa melakukan apapun, seperti menunggu seseorang. Dong Woon segera mendekati yeoja itu, “So Eun?”.
Yeoja itu menoleh pada Dong Woon. Tak ada reaksi sama sekali. “Kim So Eun?”, tanya Dong Woon lagi. Yeoja itu mengangguk. Yeoja itu memandang Dong Woon seperti orang asing. Dong Woon merasa ada yang aneh dari Yeoja itu. Di lihatnya kalung yang dipakai oleh So Eun. Persis sama dengan yang ia berikan dulu.
Sesaat, mereka berdua terdiam. Akhirnya, So Eun bertanya, “Anda siapa?”

-THE END-

Ini salah satu Fan Fiction gaje yang aku buat dan telah lama di simpan. Sebenarnya pengen buat Fan Fiction yang beda dari biasanya, tapi yah jadinya kaya’ gini. Gak jelas, gak jelas gimana… gituh. Tapi, daripada disimpen di file malah jadi terbengkalai, lebih baik di post kan? Bagaimana pendapatmu? Silahkan komen.. ^^

Advertisements
Published in: on June 30, 2011 at 7:43 am  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://hanjournal.wordpress.com/2011/06/30/fan-fiction-rainbow/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. bagus sih tp terlalu singkat, jd gak puas bacanya, cb klu di lanjutkan lg mungkin bakal seru dan enak di bc, soalnya jln ceritanya dah bagus,napa gak di lanjutkan???????????????? !_!

    • itu sengaja sih sebenarnya ^^ cuma iseng-iseng doang ngepost FF nya.. haha XD
      nanti kalau ada waktu, mudah2an bisa dilanjutin deh ^^
      makasih ya udah mau baca 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: